Siang yang cerah ditengah jam istirahat kantor menyempat diri untuk melanjutkan cerita tentang perjalanan ke negeri jiran yakni Malaysia. Tidak sesulit ketika ke Thailand dikarenakan masyarakatnya juga pandai menggunakan bahasa melayu yang notabene sama dengan bahasa Indonesia, jadi jangan khawatir utk kesasar dan transportasi disana pun cukup memanjakan kita utk jalan-jalan disana, tak sulitlah...
Salah satu rute perjalanan wisata di Malaysia yakni Menara Kembar
Pertama sekali ke Malaysia tepatnya tanggal 7 - 9 Maret 2014, mengingat hal ini sedih sih sebenarnya tiket dipesan jauh-jauh hari ketika saya masih tinggal di Banda sehingga saya memesan penerbangan dari Banda ke Malaysia. Menempuh perjalanan darat yang jauh sekitar 12 jam dari Medan ke Banda Aceh alhasil kami pun terlambat hanya beberapa menit dan pesawat pun belum tiba kami tidak dapat lagi untuk diberikan check in, saya hanya memikirkan perasaan istrinya yang mana dia sangat semangat untuk pergi dan kami memutuskan untuk terbang ke Medan dan berangkat ke Malaysia dari Medan tadinya tiket PP airasia hanya 300rb pp dan akhirnya satu orang menjadi 2jt pp. Sesampai disana pun sudah tengah malam. Kami tidak akan menyia-nyiakan waktu yang ada besok paginya sudah mulai bergerak langsung menuju menara kembar dan tempat berbelanja yang lumayan murah yakni di sungai wang. Saat itu posisi kami menginap di china town.
Anak dan istriku yang sedang bergaya di Menara Kembar
Sea worldnya Malaysia di Menara Kembar
Shalat Dzuhur di Mesjid Jamee'
Cerianya aku dan anakku di China town
Perjalanan yang kedua ke Malaysia bersama dengan teman-teman dari kantor yang di Lubuk Pakam kami memanfaatkan jarak yang dekat antara kantor dengan bandara kuala namu sehingga kami dapat terbang di Jumat malam tepatnya pada tanggal 23 - 25 Mei 2014. Saat itu saya tidak mengikutsertakan anak dan istri saya, sebenarnya sedih juga sih tapi karena 2 bulan sebelumnya kami sudah pergi ke 2 negara di luar negeri akhirnya saya memutuskan untuk pergi sendiri bersama teman2. Dengan berdasarkan pengalaman baru 1 kali pergi saya dipercaya untuk memimpin rombongan termasuk pengaturan rutenya. Dan kali ini kami menyempatkan diri untuk ke Genting Highland, niat dalam hati next time saya harus ajak anak dan istri saya. Saat itu posisi kami menginap di china town.
Rumah Cokelat di kaki Genting Highland
Bergaya di Petaling Street China town
Muzium Tekstil Negara Malaysia
Snow World Genting Highland berasa di kutub
Alhamdulillah niat dalam hati saya terwujud pada waktu setahun kemudian tepatnya tanggal 3 - 5 April 2015 namun kali dengan rombongan kantor yang berbeda yakni teman kantor di Meulaboh, harus menempuh perjalanan yang panjang terlebih dahulu kami, 14 jam perjalanan dari Meulaboh ke Medan begitu juga saat pulangnya, lelah tapi bahagia karena teman-teman juga begitu, mungkin karena kerjaan yang banyak sehingga rasanya butuh liburan, inilah petualangan mereka yang sangat seru tentunya. Dengan menjalankan rute yang sama dengan perjalanan sebelumnya namun tetap seru ditambah lagi anak dan istri saya ikut. Saat itu posisi kami menginap di Bukit Bintang
Kedinginan di snow world genting highland
Suasana malam hari bukit bintang kalau tidak kuat iman bisa rusak...
Persiapan menaiki LRT merupakan transportasi yang mudah dan murah
Believe it or not di Genting Highland
Cable car yang panjang dan curam menuju puncak Genting Highland
Arena bermain untuk anak-anak di Genting Highland
NB: satu saran ketika hendak ke genting baiknya direncanakan kapan kepulangannya bila tidak menginap disarankan langsung membeli tiket bus untuk kembali ke KL sentral ketika membeli tiket cable car.
Berikut roundown kegiata beserta rincian biaya di Kuala Lumpur
Demikian rangkaian pengalaman saya ke Kuala Lumpur semoga bermanfaat dan dijadikan acuan tidak mahal dan happy intinya...









Tidak ada komentar:
Posting Komentar